ARTIKEL KESEHATAN

Senin, 04 April 2016

Periksa! Kanker Serviks Tidak Menunjukkan Gejala Di Awal

artikel arlt

Kanker serviks merupakan keganasan yang menyerang leher rahim atau serviks, yaitu bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina. Kanker serviks terjadi karena infeksi virus bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang berhasil masuk ke dalam area kewanitaan. Kanker serviks tidak menular akibat kontak langsung seperti jabat tangan, terkena keringat, ataupun bertukar pakaian, melainkan menular melalui kontak seksual. Risiko seorang wanita mengidap kanker serviks juga akan meningkat apabila wanita tersebut menikah dan melakukan hubungan seksual di usia belia (< 20 tahun), bergonta-ganti pasangan seksual, atau merokok.

Di stadium awal, kanker serviks seringkali tidak menimbulkan gejala-gejala spesifik. Semakin berkembang, kanker serviks bisa menimbulkan gejala seperti pendarahan melalui vagina, keputihan abnormal (bercampur darah dan berbau), nyeri panggul, dan sulit buang air kecil.

Sayangnya saat gejala-gejala itu muncul, tingkat kesembuhannya sudah sangat kecil. Padahal, kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah dan disembuhkan dibandingkan dengan semua jenis kanker, asalkan diketahui sejak stadium awal. Oleh sebab itu, skrining sebagai pencegahan menjadi hal penting untuk dilakukan sejak dini.

Periksa Sebelum Timbul Gejala

Meski tidak bergejala, kanker serviks stadium awal bisa dideteksi melalui skrining. Skrining atau deteksi dini memang lebih baik dilakukan sebelum munculnya gejala, sehingga dapat segera ditangani dan peluang kesembuhannya masih tinggi. Beberapa metode skrining kanker serviks yang saat ini dikenal, yaitu:

1. Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)

Merupakan skrining kanker serviks yang paling sederhana, cepat, dan murah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat langsung serviks yang telah dioles dengan larutan asam asetat 3-5%. Dalam waktu 10 menit, bila hasil olesan tersebut menunjukkan adanya perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan di sel serviks. Sayangnya, pemeriksaan ini memiliki sensitivitas dan spesifitas yang lebih rendah dibandingkan dengan metode pemeriksaan lain.

2. Pemeriksaan Sitologi (Pap Smear)

Pap Smear adalah pemeriksaan untuk melihat adanya perubahan morfologi (bentuk dan fungsi) sel-sel serviks dengan teknik pewarnaan Papanicolau, kemudian diamati di bawah mikroskop. Bahan pemeriksaan untuk Pap Smear diambil melalui liang vagina. Terdapat dua macam jenis Pap Smear, yaitu Pap Smear Konvensional dan Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC).

Sitologi Serviks Berbasis Cairan merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel serviks. Pada metode ini, bahan pemeriksaan dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor penggangu lainnya, sebelum dilihat di bawah mikroskop.

3. Pemeriksaan HPV-DNA

Merupakan pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Human Papilloma Virus pada sel-sel yang diambil dari serviks untuk melengkapi Pap Smear.

Pernah Berhubungan Seksual, Skrining Perlu Dilakukan

Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, sangat dianjurkan untuk melakukan skrining kanker serviks secara rutin.

  • Jika anda berusia < 21 tahun, skrining dengan Pap Smear dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.
  • Jika anda berusia atara 21-30 tahun, skrining dengan Pap Smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.
  • Jika anda berusia > 30 tahun, pemeriksaan dengan Pap Smear dan dilengkapi dengan HPV-DNA dilakukan secara berkala.

Skrining kanker serviks pun masih diperlukan pada wanita yang telah diangkat rahimnya dan bahkan bagi wanita yang sudah divaksinasi untuk mencegah kanker serviks. Karena vaksin saat ini hanya melindungi diri dari 2 tipe HPV saja, artinya masih ada kemungkinan terserang HPV tipe lainnya yang mampu berkembang menjadi kanker serviks.

Skrining kanker serviks dapat dilakukan kapan saja, namun tidak pada kondisi sedang menstruasi. Waktu skrining terbaik adalah dua minggu setelah hari pertama menstruasi, dan tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual tiga hari sebelum pemeriksaan.

Segera lakukan skrining secara rutin untuk deteksi dini kanker serviks. Semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula peluang sembuhnya.

2375 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine