Tuesday, 15 December 2020

7 Penyebab Kanker Prostat yang Wajib Pria Ketahui

Prostat memiliki peran yang penting dalam sistem reproduksi pria. Kelenjar kecil ini berfungsi untuk memproduksi dan mengeluarkan semen, yakni cairan yang menjadi komponen dari air mani. Jika kesehatannya tidak dijaga, ada sejumlah penyakit yang bisa mengancam prostat. Salah satu yang paling berbahaya adalah kanker prostat.

Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria. Data Global Burden of Cancer (Globocan) tahun 2018 mencatat 1.276.106 kasus baru kanker prostat dan 358.989 kematian akibat kanker prostat di seluruh dunia.

Kanker prostat terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali di kelenjar prostat. Umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar. Namun, pada sebagian kasus, sel-sel kanker bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat.

Pada awalnya, pria yang mengidap kanker prostat tidak akan merasakan gejala apa-apa. Namun, saat prostat sudah membengkak dan mulai memengaruhi saluran pembuangan urine atau sperma, penderitanya akan merasakan berbagai gejala berupa:

·      Sulit buang air kecil

·      Aliran urine lemah atau tersendat-sendat

·      Sering ingin buang air kecil, terutama di malam hari

·      Adanya darah dalam urine atau air mani

·      Buang air kecil terasa menyakitkan

·      Nyeri saat ejakulasi

·      Sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi

·      Sakit atau tidak nyaman saat duduk.

Gejala-gejala di atas kadang tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat. Sebab, ada beberapa penyakit prostat lainnya yang menunjukkan gejala serupa.

Penyebab kanker prostat

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker prostat. Namun, mutasi DNA pada sel normal di prostat disinyalir menjadi pemicunya. 

Di samping itu, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kamu terkena kanker prostat, yaitu:

Usia

Faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan risiko kanker prostat adalah usia. Sekitar dua pertiga dari seluruh kasus kanker prostat didiagnosis pada pria berusia 65 tahun ke atas.

Akan tetapi, semakin tua usia kamu, penyakit ini semakin tidak agresif, terutama di atas usia 70 tahun ke atas. 

Riwayat keluarga

Apabila kamu memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, maka kamu juga berisiko tinggi memiliki penyakit yang sama.

Misalnya, jika ayah atau saudara laki-laki kamu mengidap kanker prostat, kamu memiliki risiko yang lebih besar (hingga dua kali lipat) terkena kanker ini. Dalam beberapa kasus, mutasi gen yang menyebabkan kanker prostat bisa diturunkan.

Tidak hanya itu, riwayat keluarga juga dapat menyebabkan sindrom Lynch. Sindrom ini merupakan mutasi  gen yang bisa kamu dapatkan saat lahir. Sindrom Lynch dapat meningkatkan peluang kamu terkena sejumlah kanker, termasuk kanker prostat.

Obesitas

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria obesitas dapat memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kanker prostat dalam tingkatan yang parah atau bahkan meninggal karena kanker prostat.

Makanan

Mengonsumsi makanan berlemak tinggi juga dikaitkan dengan risiko kanker prostat. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada negara-negara yang sering mengonsumsi daging dan produk olahan susu, dibandingkan dengan negara-negara yang mengonsumsi nasi, olahan kedelai, daan sayur-mayur.

Ras

Meski tidak sepenuhnya dipahami, ras juga dianggap sebagai faktor risiko kanker prostat. Pria yang berasal dari ras Afrika-Amerika lebih mungkin terkena penyakit ini dibanding pria dengan ras lain. Risiko kematian akibat kanker prostat bahkan lebih besar hingga dua kali lipat pada ras ini.

Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2

Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 termasuk faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan.

Kondisi ini diturunkan dalam keluarga, tapi hanya memengaruhi sejumlah kecil orang. Pada pria, perubahan gen tersebut bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat.

Sindrom Lynch

Sindrom Lynch juga merupakan mutasi gen yang bisa kamu dapatkan saat lahir. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang kamu terkena sejumlah kanker, termasuk kanker prostat.

Merokok, jarang melakukan aktivitas fisik, dan sering mengonsumsi makanan berkalsium tinggi juga bisa meningkatkan risiko kamu terserang kanker prostat agresif.

Dengan mengetahui beberapa penyebab di atas, setidaknya kamu bisa lebih waspada terhadap penyakit ini. Kamu juga bisa menurunkan risiko terjadinya kanker prostat dengan menerapkan pola hidup sehat sehari-hari dan melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala.

 

Referensi:

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6497009/

Diakses pada 16 Oktober 2020

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087

Diakses pada 16 Oktober 2020

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/prostate-cancer-risk-factors#aggressive-prostate-cancer

Diakses pada 16 Oktober 2020

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150086#symptoms

Diakses pada 16 Oktober 2020

 

Web MD. https://www.webmd.com/prostate-cancer/guide/prostate-cancer-risk-factors#1

Diakses pada 16 Oktober 2020

 

1120 views