ARTIKEL KESEHATAN

Kamis, 15 Juni 2017

Tidak Sakit itu Belum Tentu Sehat

artikel arlt

Tidak merasakan sakit atau merasa diri sehat-sehat saja, menganggap usia masih muda, tidak ada waktu, biaya mahal, dan takut ketahuan penyakitnya, adalah beberapa alasan umum yang banyak dikemukakan saat kita enggan melakukan medical check up. Padahal, tidak merasakan gejala sakit itu belum tentu sehat.

Pada umumnya, kita mengatakan sakit berdasarkan keluhan sakit yang muncul, sedangkan dari sisi medis, kondisi sakit ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya penyakit. Bila kita tidak merasakan sakit, ada dua kemungkinan yaitu memang tidak ada penyakit atau sebenarnya dari sisi medis sudah ada penyakit namun belum muncul gejalanya. Ketika berada dalam kondisi tersebut, kesadaran dan peran aktif terhadap tindakan pencegahan (preventive strategy) menjadi penting.

Medical check up sebagai tindakan pencegahan

Sebagian besar gangguan kesehatan atau penyakit pada awal perkembangannya tidak menimbulkan gejala. Seringkali gejala baru muncul ketika gangguan kesehatan atau penyakit tersebut sudah berada di tahap lanjut. Seperti mesin kendaraan yang harus selalu diperiksa performanya, di sinilah peran medical check up untuk mengetahui kondisi kesehatan kita dan jika ditemukan kelainan, meskipun tidak ada gejala sakit, kita dapat melakukan upaya pencegahan agar penyakit tidak muncul atau berkembang menjadi parah.

Medical check up, idealnya terdiri atas bermacam pemeriksaan seminimal mungkin, untuk mengetahui status kesehatan kita secara berkala. Idealnya, pemeriksaan yang dilakukan dalam medical check up dapat mendeteksi ada atau tidaknya penyakit yang sering terjadi di masyarakat dan dapat mengetahui risiko terjadinya penyakit yang berpotensi membahayakan di kemudian hari. Dengan demikian melalui medical check up, kita dapat mencegah berkembangnya penyakit, melakukan pengobatan segera, mencegah atau menunda komplikasi, memperpanjang usia produktif dan harapan hidup, serta meningkatkan kualitas hidup.

Beberapa penyakit yang perlu dideteksi secara dini melalui medical check up, terutama adalah penyakit-penyakit yang termasuk dalam lifestyle disease (penyakit akibat gaya hidup tidak sehat seperti diabetes, kelainan lemak darah, hipertensi) gangguan atau penyakit pada organ penting seperti penyakit hati, penyakit ginjal dan sebagainya. Penyakit yang berpotensi membahayakan seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan penyakit kanker tertentu, perlu dideteksi melalui medical check up, walaupun mungkin tidak dapat dideteksi secara langsung. Dalam hal terakhir ini, medical check up menjadi langkah awal menuju ke arah diagnosis pasti dari penyakit yang diduga, untuk memastikan diagnosisnya, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menaggapi hasil medical check up

Takut ketahuan penyakitnya, merupakan salah satu alasan seseorang tidak melakukan medical check up. Padahal, bila ditemukan kelainan atau penyakit pada saat medical check up, umumnya penyakit masih dalam tahap dini sehingga lebih mudah diobati sehingga dapat dicegah agar tidak semakin parah. Bila hasil medical check up ditemukan kelainan dan diagnosis sudah ditegakkan (sudah pasti), pengobatan dapat segera dilakukan dengan tepat untuk mengatasi kelainan tersebut. Kuncinya, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang diperlukan dan lakukan gaya hidup sehat. Namun bila ditemukan kelainan tapi diagnosis belum dapat ditegakkan, maka perlu pemeriksaan pendukung untuk diagnosis yang lebih pasti.

Bila hasil medical check up normal, kita patut bersyukur dan pasti akan merasa senang juga tenang. Agar semakin bugar dan produktivitas meningkat, maka:

  • pertahankan kondisi tersebut dengan pola makan sehat, latihan fisik secara teratur dan mengelola stres,
  • jadwalkan pemeriksaan ulang setiap 1-2 tahun sekali,
  • bila ada riwayat penyakit yang diturunkan dalam keluarga (seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, ginjal, dan hipertensi), sebaiknya dilanjutkan dengan wellness testing agar mendapatkan gambaran yang lebih lengkap untuk membantu kita meraih tingkat yang lebih tinggi dari kesehatan, yakni wellness.

Wellness Testing sebagai era baru tindakan pencegahan

Kita semua pasti sudah sering mendengar pepatah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, inilah yang mendorong munculnya konsep baru dalam upaya pencegahan penyakit, yakni wellness testing. Wellness testing merupakan sekelompok pemeriksaan yang bermanfaat untuk identifikasi risiko perkembangan penyakit pada tahap sangat dini sebelum muncul gejala bahkan sebelum penyakitnya sendiri muncul. Pada tahap tersebut, perkembangan penyakit dapat dicegah. Wellness testing dirancang untuk menghindari mahalnya biaya pengobatan yang mungkin akan dikeluarkan apabila terlanjur sakit, serta konsekuensi yang fatal pada masa mendatang.

Berbeda dengan medical check up yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang sehat, wellness testing direkomendasikan bagi orang-orang dengan risiko tinggi atau diduga sudah mengalami perkembangan penyakit untuk mengetahui risiko terjadinya komplikasi secara dini.

861 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine