ARTIKEL KESEHATAN

Rabu, 08 Agustus 2018

Kanker Payudara

artikel arlt

Menurut data di organisasi kesehatan dunia (WHO), kejadian kanker payudara di Indonesia tahun 2012 mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk.

Kanker payudara dibedakan menjadi dua kategori, yaitu invasif dan non-invasif. Kanker payudara invasif dapat menyebar ke bagian tubuh lain, biasanya melalui kelenjar getah bening (kelenjar kecil yang menyaring bakteri dari tubuh), atau aliran darah.

Bentuk paling umum, sekitar 80% dari kasus kanker payudara invasif adalah kanker pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Jenis kanker payudara invasif lain meliputi: kanker payudara lobular yang berkembang pada kelenjar penghasil susu (yang disebut lobules), kanker payudara terinflamasi dan kanker paget pada payudara. Jenis-jenis kanker ini juga dikenal sebagai kanker payudara sekunder atau metastasis.

Sedangkan kanker payudara non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi, karena jarang menimbulkan benjolan sering disebut pra kanker yang bersifat jinak dan ditemukan dalam saluran (duktus) payudara, serta belum menyebar.

Gejala: Rasa sakit pada payudara atau ketiak yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi. Munculnya benjolan atau kulit payudara yang menebal serta keluarnya cairan dari puting (biasanya disertai darah). Beberapa gejala lainnya adalah perubahan ukuran salah satu atau kedua payudara, perubahan bentuk puting, serta kulit payudara yang mengerut. Penderitanya mungkin juga akan mengalami gatal-gatal dan muncul ruam di sekitar putingnya. Bisa juga muncul benjolan atau pembengkakan pada bagian ketiak.

Penyebab: Penyebab kanker payudara yang utama belum diketahui secara pasti. Sulit untuk memastikan bahwa setiap penderita memiliki penyebab yang sama. Ada beberapa faktor risiko, yaitu memiliki keluarga inti (ibu, kakak, adik atau anak) yang mengidap kanker payudara atau ovarium. Tapi, umumnya kasus kanker payudara bukan dikarenakan faktor keuturunan, tetapi mutasi gen tertentu yang dikenal dengan nama BRCA1 dan BRCA2 yang dapat mempertinggi risiko kanker payudara dan kanker ovarium, Jenis kanker ini juga mungkin diturunkan orang tua kepada anak.

Seiring bertambahnya usia, risiko kanker juga akan meningkat. Kanker payudara umumnya terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun yang sudah mengalami menopause. Kelebihan berat badan setelah menopause dapat menyebabkan peningkatan produksi estrogen sehingga risiko kanker payudara akan meningkat. Juga, pengonsumsi minuman keras dari hasil penelitian mengungkapkan bisa terserang kanker tiga kali lebih banyak.

Diagnosis: untuk memastikan apakah seorang wanita menderita kanker payudara atau tidak, dilakukan:

- Mamografi. Umumnya untuk mendeteksi keberadaan kanker

- USG. Untuk memastikan apakah benjolan pada payudara berbentuk padat atau mengandung cairan

- Biopsi, proses pengambilan sampel sel-sel payudara dan mengujinya, untuk mengetahui apakah sel-sel tersebut bersifat kanker. Melalui prosedur ini, sampel biopsi juga akan diteliti untuk mengetahui jenis sel payudara yang terkena kanker, keganasannya serta reaksinya terhadap hormon.

218 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016   Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine