Jumat, 04 Oktober 2019

Apakah Anda Berisiko Mengalami Osteoporosis?

Hilangnya kepadatan tulang dapat berlangsung lama dan terjadi secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit atau nyeri, sehingga seringkali tidak disadari telah berkembang menjadi osteoporosis. Inilah sebabnya osteoporosis sering disebut sebagai silent disease. Kondisi osteoporosis jika tidak segera dideteksi dan dilakukan perawatan dapat membuat tulang menjadi semakin lemah dan rapuh, sehingga lebih rentan mengalami patah tulang bahkan patah tulang tersebut dapat terjadi ketika sedang melakukan aktivitas sehari-hari.

Masih banyak yang menganggap osteoporosis sebagai penyakit wanita, dan diwaspadai jika usia sudah mulai menua saja, padahal banyak faktor risiko lain yang ternyata meningkatkan terjadinya osteoporosis sehingga siapa saja bisa mengalaminya.

Faktor risiko osteoporosis adalah segala sesuatu yang meningkatkan peluang Anda terkena penyakit osteoporosis. Memiliki satu atau lebih faktor risiko osteoporosis, tidak berarti Anda akan menderita penyakit osteoporosis. Namun, semakin banyak faktor risiko osteoporosis yang Anda miliki, semakin besar peluang Anda terkena penyakit osteoporosis, dan semakin besar tingkat masing-masing faktor risiko, semakin besar pula risikonya.

Terdapat beberapa jenis faktor risiko osteoporosis, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi tidak dapat diubah seperti usia dan jenis kelamin, sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi biasanya terkait dengan pilihan gaya hidup yang dapat dikendalikan seperti pola makan dan aktivitas fisik.

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi

Meskipun tidak dapat diubah, Anda perlu menyadari dan mewaspadai faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi ini supaya dapat melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin untuk meminimalkan kehilangan kepadatan mineral tulang dan dampaknya. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi ini termasuk di dalamnya adalah faktor risiko sekunder seperti penggunaan obat-obatan atau gangguan kesehatan yang dapat membuat tulang menjadi lemah, dan mempengaruhi keseimbangan sehingga meningkatkan risiko patah tulang karena jatuh.

Yang termasuk faktor risiko osteoporosis yang tidak dapat dimodifikasi, antara lain:
- Usia
- Jenis kelamin
- Postur tubuh
- Riwayat keluarga osteoporosis
- Pernah mengalami patah tulang sebelumnya
- Etnik
- Menopause/histerektomi
- Terapi glukokortikoid jangka panjang
- Radang sendi
- Hipogonadisme primer/sekunder pada pria

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi

Sebagian besar faktor risiko yang dapat dimodifikasi muncul terutama karena pilihan gaya hidup atau pola makan yang tidak sehat. Faktor risiko ini berdampak langsung pada kesehatan tulang dan mengakibatkan penurunan kepadatan mineral tulang. Beberapa faktor risiko yang dapat dimodifikasi juga meningkatkan risiko patah tulang secara terpisah dari pengaruhnya pada tulang itu sendiri.

Yang termasuk faktor risiko yang dapat dimodifikasi, antara lain:
- Konsumsi alkohol
- Merokok
- Memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang rendah
- Asupan kalsium dan vitam D yang tidak mencukupi
- Gangguan makan seperti anoreksia nervosa
- Kurangnya aktivitas fisik

Dengan mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena osteoporosis, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan sedinin mungkin untuk meminimalkan risiko Anda dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan tulang.

Sumber:

276 Dilihat